NADIKABAR.COM — Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyoroti anomali harga telur ayam yang tengah terjadi saat ini. Di mana, harga di tingkat peternak terpantau mengalami penurunan, sementara harga telur di tingkat konsumen masih tinggi.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah meminta Badan Urusan Logistik (Bulog) dan ID Food menyerap telur peternak hingga Rp30 miliar, serta menyiapkan pembangunan pabrik tepung telur.

Amran mengatakan persoalan harga telur menjadi salah satu pekerjaan rumah pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan peternak. Ia menilai penurunan harga di tingkat peternak seharusnya diikuti penurunan harga telur di konsumen.

"Agar tidak gaduh di lapangan. Ini ada anomali. Harga di peternak turun, harga di konsumen naik, terjadi inflasi. Harusnya kalau harga di peternak turun, itu di konsumen turun," ujar Mentan usai Konferensi Pers Stabilisasi Ketersediaan Jagung Pakan Bagi Peternak Layer di Kementerian Pertanian Jakarta, Selasa (27/10).

Menurutnya, kondisi tersebut mengindikasikan adanya persoalan dalam rantai distribusi yang membuat peternak dan konsumen sama-sama menghadapi masalah harga.