Selain listrik, pusat data juga memerlukan kepastian pasokan air, kestabilan jaringan serat optik, serta lokasi yang siap dikembangkan.

Bahlil menilai Batam, Karimun, dan Bintan memiliki ketersediaan air yang memadai, kepadatan penduduk lebih rendah dibandingkan Jawa dan Bali, serta potensi pengembangan energi terbarukan.

Kehadiran hub pusat data baru di kawasan tersebut bertujuank melengkapi ekosistem digital regional di Singapura dan Malaysia.

Di Batam, realisasi investasi mulai berjalan. PLN Batam dan PT Digitalland Service One (DayOne) telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) pada April 2026 dengan kapasitas kontrak 511 megavolt ampere (MVA) atau setara 450 MW.

Pada saat bersamaan, BP Batam dan PLN Batam juga menyepakati nota kesepahaman pembangunan PLTS terapung berkapasitas 200 megawatt-peak (MWp).