Bahlil optimistis penyediaan energi bersih dapat menjadi magnet untuk menarik investor. Pemerintah merencanakan pengembangan PLTS hingga 100 gigawatt-peak (GWp), sejalan dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 GW.

"Saya punya keyakinan, teman-teman investor akan lebih suka untuk memakai data center mereka dengan memakai energi baru terbarukan. Dan ini sebuah peluang bisnis," katanya.

Untuk memastikan pasokan energi tepat sasaran, pemerintah akan meminta peta rencana lokasi dari calon investor. Aturan khusus juga disiapkan guna mendorong keterlibatan pengusaha nasional dan daerah dalam proyek-proyek tersebut.

"Kita harus sharing dengan pengusaha lokal. Jangan juga semuanya dikerjain oleh mereka sendiri," pungkas Bahlil.

Melalui penataan lokasi, kesiapan energi terbarukan, dan kemitraan lokal, pemerintah ingin memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi digital di tingkat regional.