NADIKABAR.COM — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi mengatakan bahwa kecepatan anak-anak dalam mengakses teknologi belum dibarengi dengan kemampuan anak dalam mengenali dan menghadapi risiko kekerasan di ranah daring.
"Ada kesenjangan di mana kecepatan anak-anak kita dalam mengakses internet ini tidak seiring sejalan dengan kemampuan anak untuk mengenali dan menghadapi risikonya," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam acara Lokakarya Pengintegrasian Perlindungan Anak di Ruang Digital ke dalam Kebijakan Daerah, di Tangerang, Banten Selasa.
Hal ini diketahui dari hasil Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) tahun 2024 yang mencatat bahwa masih banyak anak Indonesia yang menghadapi berbagai bentuk kekerasan di ruang digital termasuk perundungan siber dan kekerasan seksual non kontak.
Menurut dia, kerentanan anak menghadapi potensi kekerasan di ruang digital tidak lepas dari peningkatan yang signifikan jumlah anak pengguna internet saat ini.