Ia meninjau kondisi oprit dan turun langsung ke bagian bawah jembatan untuk melihat kondisi struktur sekaligus memastikan penanganannya dilakukan secara tepat.

Menteri Dody meminta pemulihan kedua jembatan dilakukan dengan memperhatikan karakter wilayah Flores yang memiliki risiko gempa. Menurutnya, prinsip build back better perlu diterapkan agar infrastruktur yang dipulihkan tidak sekadar kembali berfungsi, tetapi memiliki kualitas dan ketahanan yang lebih baik terhadap risiko bencana.

"Ini adalah daerah gempa. Jadi bangunannya harus bisa menyesuaikan diri dengan kondisi alamnya. Prinsipnya kita harus membangun dengan lebih baik lagi, tetapi dengan lebih cepat," ujar Menteri Dody.

Secara keseluruhan, berdasarkan data 20 Agustus 2026, gempa yang melanda Pulau Flores berdampak pada 11 ruas jalan nasional, dengan 64 titik longsoran, 7 titik patahan badan jalan, serta 14 unit jembatan dan deuker. BPJN NTT telah memobilisasi 12 unit excavator serta 4 unit loader untuk pemulihan akses, serta memobilisasi jembatan Bailey dari NTB, Bali, dan Sulawesi Selatan. Kementerian PU memastikan seluruh ruas jalan nasional di Pulau Flores saat ini dapat dilalui kendaraan secara fungsional.