NADIKABAR.COM — Di sebuah sudut Kota Depok, suara benturan sarung tinju dengan pelindung kepala terdengar bersahutan. Bunyi ‘bak, buk, bak, buk’ itu berasal dari sebuah lapangan sederhana yang menjadi tempat puluhan anak dan remaja berkumpul untuk menekuni olahraga tinju jalanan.

Lapangan tersebut merupakan markas Brenx Street Fighter, komunitas yang mewadahi anak-anak muda untuk berlatih dan melakukan latih tanding tinju. Komunitas ini menjadi ruang bagi para remaja untuk menyalurkan energi melalui olahraga sekaligus membangun lingkungan pertemanan yang lebih positif.

Dalam setiap sesi latihan, para anggota Brenx mengasah berbagai teknik tinju, mulai jab, straight, hook, hingga uppercut. Mereka juga menjalani latihan fisik untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan tubuh. Selain kemampuan bertinju, latihan tersebut turut menanamkan kedisiplinan, ketekunan, dan sikap saling menghormati.

Brenx memiliki dua lokasi latihan di Kota Depok, yakni di Sukmajaya dan Citayam. Komunitas ini juga berupaya memperluas jangkauan ke Jakarta dan Bogor agar dapat merangkul lebih banyak anak muda yang ingin menyalurkan minat dan mengembangkan kemampuan melalui kegiatan yang terarah.

Bagi sejumlah remaja, Brenx juga menjadi tempat untuk menyelesaikan perselisihan pribadi melalui pertarungan yang diawasi oleh pengurus atau anggota senior sebagai wasit. Cara ini diterapkan untuk mengarahkan konflik agar tidak berujung pada kekerasan di jalanan.