Kemudian pada 2025 jumlah penumpang moda transportasi itu sekitar 2 juta atau terjadi peningkatan 8,9 persen dari tahun sebelumnya. Lalu pada Semester I 2026 jumlah penumpang naik 22 persen di periode yang sama pada tahun sebelumnya.

"Jadi urang awak ini sudah familiar naik kereta api," kata Bobby Rasyidin.

Menurut dia, peningkatan jumlah penumpang tersebut merupakan potensi pengembangan jalur kereta api di Ranah Minang. Selain itu, memang, ada rencana dibukanya kembali tambang batu bara Ombilin, Sawahlunto.

Oleh karena itu, pemerintah melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut mencanangkan reaktivasi jalur rel kereta api di Sumbar pada 27 Oktober. Langkah tersebut juga merupakan upaya pemerataan layanan kereta api di luar Pulau Jawa.