Meutya mengatakan pengembangan infrastruktur teknologi perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan sumber daya manusia.

Kolaborasi dengan Microsoft diharapkan membuka lebih banyak kesempatan bagi institusi, pelaku usaha, pengembang, dan perusahaan teknologi Indonesia untuk mengembangkan kemampuan serta memanfaatkan keahlian teknologi global.

Kerja sama yang dibahas mencakup AI, teknologi cloud, keamanan siber, hingga tata kelola teknologi yang bertanggung jawab.

Pemerintah juga mendorong agar program pengembangan keterampilan digital lebih terhubung dengan kebutuhan industri. Dengan begitu, pelatihan tidak hanya menghasilkan masyarakat yang memiliki kemampuan digital dasar, tetapi juga pengembang, inovator, insinyur, dan pemimpin teknologi.

"Tujuan kami bukan hanya meningkatkan jumlah masyarakat yang memiliki keterampilan digital, tetapi juga mengembangkan lebih banyak pengembang, inovator, insinyur, dan pemimpin digital Indonesia," tutur Meutya.

Dalam pertemuan ini juga, pemerintah turut membahas perkembangan tata kelola AI di Indonesia. Pemerintah tengah menyiapkan kerangka tata kelola AI nasional melalui rancangan Peraturan Presiden tentang Peta Jalan dan Etika AI.