"Tawaran ini memberikan pilihan baru kepada karyawan yang memenuhi syarat dan mungkin sedang mempertimbangkan masa depan di luar perusahaan untuk melakukan transisi tersebut," kata Coleman dalam memo kepada karyawan, Selasa (27/10).
Coleman menambahkan program ini juga memberikan kesempatan bagi organisasi yang berpartisipasi untuk menyesuaikan komposisi tenaga kerjanya dengan kebutuhan bisnis yang terus berubah.
Kebijakan efisiensi ini dilakukan di tengah gelombang belanja modal masif yang dikeluarkan oleh industri teknologi global untuk membangun pusat data dan chip AI. Kondisi tersebut memicu sorotan dari para investor mengenai kepastian imbal hasil yang sebanding dengan biaya raksasa yang telah dikeluarkan.
Microsoft sendiri dijadwalkan melaporkan hasil keuangan kuartal pertama setelah pasar tutup pada Rabu (28/10). Perusahaan sebelumnya telah memperkirakan belanja modal mencapai US$175 miliar atau sekitar Rp3.177,12 triliun untuk tahun kalender 2026.
Berdasarkan laporan tahunannya, Microsoft memiliki 223 ribu karyawan tetap di seluruh dunia per 30 Juni 2026. Saham perusahaan yang telah mencatatkan kenaikan sekitar 10 persen sepanjang tahun ini, terpantau naik sekitar 1 persen pada perdagangan Senin (26/10).