NADIKABAR.COM — Microsoft menawarkan pengunduran diri sukarela atau voluntary exit offer (VEO) kepada sekitar 60.000 karyawannya. Apa alasannya?

Salah seorang sumber mengatakan bahwa langkah ini dilakukan oleh Microsoft untuk menekan biaya sekaligus membantu mendanai investasi besar-besaran di bidang kecerdasan buatan (AI).

Menurut laporan Reuters, para karyawan di berbagai divisi Microsoft meliputi AI Experiences, Copilot, keuangan, sumber daya manusia, Xbox, dan Windows + Devices berhak mengikuti program tersebut. Sementara itu, sejumlah unit seperti pemasaran, bisnis komersial, dan keamanan aka dikecualikan dari program tersebut.

Informasi ini disampaikan oleh seorang sumber yang mengetahui masalah tersebut kepada Reuters.

"Kami memperkenalkan program pengunduran diri sukarela (Voluntary Exit Offer/VEO) baru untuk karyawan yang memenuhi syarat di dalam organisasi yang berpartisipasi. Penawaran ini memberi karyawan yang memenuhi syarat yang mungkin mempertimbangkan masa depan di luar perusahaan pilihan baru untuk melakukan transisi tersebut sekarang dengan dukungan," tulis Amy Coleman, Executive VP sekaligus Chief People Officer Microsoft melalui sebuah memo, dikutip dari laman resmi perusahaan, Senin (26/10).