Lebih dari itu, Hasan menilai kebijakan ini dapat membantu investor untuk keluar dari saham-saham dengan likuiditas rendah. Menurutnya, investor bisa menemukan harga saham yang dinilai lebih wajar berdasarkan persepsi dan valuasi pasar ketika batas minimum dipangkas menjadi Rp 1.
"Dengan dibukanya cap atau batasan nilai tersebut, maka akan mulai mengundang kembali likuiditas transaksinya. Jadi maaf-maaf nih istilah pasar kan selama ini misalnya sahamnya nyangkut, nah mudah-mudahan tidak nyangkut lagi tapi tentu kita harapkan nanti tercipta price discovery di mekanisme yang baru di harga yang lebih wajar," jelasnya.
Ia menjelaskan, saham yang selama ini bertahan di level Rp 50 tetapi minim transaksi mengindikasikan harga yang terbentuk bukan berasal dari konsensus pasar. Dengan batas bawah yang dibuka hingga Rp 1, mekanisme pasar diharapkan dapat menemukan tingkat harga yang lebih sesuai.