Harga minyak jelantah yang dikumpulkan masyarakat disebut bisa mencapai Rp 4.000-Rp 5.000 per liter. Artinya, jika seseorang mengumpulkan 10 liter minyak jelantah dengan harga Rp 5.000 per liter, cuan yang didapat mencapai Rp 50.000. Sementara jika berhasil mengumpulkan 100 liter, nilainya bisa mencapai Rp 500.000.
"Bayangin, bisa sampai Rp 4 ribu, sampai Rp 5 ribu. Jadi kalau misalnya 10 liter, itu sudah bisa Rp 50 ribu, atau 100 liter, Rp 500 ribu. Kumpulin aja itu," ujar Yoga.
Selain menghasilkan cuan, pengumpulan minyak jelantah juga membantu mengurangi dampak terhadap lingkungan. Minyak bekas yang dibuang sembarangan ke saluran air dapat mencemari lingkungan dan mengganggu ekosistem.
Alih-alih menjadi limbah, minyak jelantah yang dikumpulkan kemudian dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku energi. Pertamina mengolahnya menjadi bahan bakar nabati, salah satunya Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bahan bakar penerbangan berkelanjutan.