"Daripada dibuang ke saluran air, ngerusak ekosistem, ini nanti bisa jadi bahan-bakar nabati. Kalau di Pertamina itu istilah kerennya ada bioavtur, namanya sustainable aviation fuel," tutur Yoga.
Sementara itu, Sustainable Energy Expert sekaligus pendiri Komodo Water, Shana Fatina, mengatakan skema tersebut merupakan bagian dari konsep ekonomi sirkular. Dalam konsep ini, barang yang sebelumnya dianggap sebagai limbah dikumpulkan dan diolah kembali sehingga memiliki nilai ekonomi.
"Ini seperti sesuatu yang sudah dinantikan sejak dulu.Karena kalau dalam proses standar itu, ada sirkular ekonomi. Jadi siapa yang produksi, kemudian harus ada yang mengolah kembali. Dalam industri minyak jelantah ini, yang bisa dan berpeluang untuk menjadi off-taker-nya, adalah perusahaan seperti Pertamina," imbuh Shana.
Menurutnya, program pengumpulan minyak jelantah juga dapat membuka peluang green jobs, mulai dari pengumpul minyak, pengangkut, hingga pengemudi yang membawa minyak ke pusat pengumpulan.