Tak dirinci penyebab ledakan maupun jumlah puing. Sejumlah organisasi lain kemudian mengonfirmasi peristiwa hancurnya satelit ini, termasuk perusahaan pelacak satelit swasta s2a systems, yang berhasil memotret serpihan terbesar USA 32 yang masih tersisa di orbit.

Ledakan terjadi 775 kilometer di atas permukaan Bumi. Mengingat kecepatan satelit, puing yang dihasilkan kemungkinan langsung menyebar membentuk cincin raksasa yang mengelilingi Bumi dalam kurun waktu 24 jam setelah satelit itu hancur secara tiba-tiba, berdasarkan sebuah simulasi dari situs web tersebut.

Masih belum jelas apa yang sebenarnya terjadi pada wahana antariksa era Perang Dingin tersebut, tapi ada beberapa teori. Tabrakan dengan satelit lain atau kepingan sampah antariksa adalah salah satu penyebab hancurnya satelit paling umum.

Namun sejauh ini tak ada laporan mengenai wahana antariksa lain yang terkena dampaknya dan peneliti sering kali dapat memprediksi potensi tabrakan dengan sampah antariksa berhari-hari atau berminggu-minggu sebelumnya, sehingga skenario ini terbilang kecil kemungkinannya.