Dikutip NadiKabar dari Live Science, teori kuat lainnya adalah satelit mati karena faktor usia. Ia kemungkinan tidak dirancang untuk misi luar angkasa jangka panjang. Setelah hampir empat dekade terpapar kondisi ekstrem di LEO, wahana mata-mata ini mungkin rusak secara alami.

"Wahana antariksa tua masih membawa baterai dan sisa bahan bakar pendorong. Setelah proses pemanasan dan pendinginan 38 tahun, tangki bertekanan atau sel baterai pada USA 32 bisa saja pecah," tulis Spaceweather.

Meski demikian, dinilai masih terlalu dini untuk menyingkirkan kemungkinan satelit tersebut dihantam oleh senjata anti satelit. Awal bulan ini, Sekretaris Angkatan Udara AS Troy E. Meink untuk pertama kalinya mengungkap AS meluncurkan senjata ke orbit. Negara seperti China dan Rusia diduga memiliki teknologi serupa.

Namun tak ada bukti penggunaan senjata anti satelit dalam kasus ini. Peneliti kemungkinan bisa memastikan penyebabnya dengan rekayasa balik, dimulai dari mengidentifikasi serpihan, lalu melacak lintasan serpihan tersebut ke titik awal ledakan. Namun proses ini bisa makan waktu bulanan bahkan bertahun-tahun.