NADIKABAR.COM — AC inverter menggunakan kompresor yang kecepatannya dapat menyesuaikan kebutuhan, bukan sekadar menyala dan mati. Namun, harga AC inverter yang cenderung lebih tinggi sering membuat calon pembeli berpikir dua kali.

Berbagai anggapan tentang AC inverter masih beredar, mulai dari lebih mudah rusak dan biaya servisnya mahal, hingga harus dinyalakan selama 24 jam agar hemat listrik.

Padahal, teknologi inverter seperti yang digunakan pada AC GREE dikenal mampu menjaga suhu ruangan lebih stabil dan membantu mengoptimalkan konsumsi energi.

Lantas, mana yang benar dan mana yang hanya mitos?

Sebelum membeli AC inverter, yuk, pahami beberapa anggapan yang sering membuat calon pengguna ragu.

1. AC Inverter Selalu Lebih Hemat Listrik

Faktanya, AC inverter berpotensi lebih hemat, tetapi hasilnya bergantung pada kondisi penggunaan.

AC inverter dapat menyesuaikan kecepatan kompresor sesuai kebutuhan pendinginan. Ketika suhu ruangan mendekati suhu yang diinginkan, kompresor dapat bekerja pada kecepatan lebih rendah sehingga penggunaan daya ikut menurun.

Berbeda dengan AC non-inverter yang umumnya menggunakan siklus kompresor menyala dan mati, AC inverter dapat menyesuaikan kapasitas pendinginan secara bertahap.

Meski begitu, bukan berarti semua AC inverter pasti lebih hemat dalam setiap kondisi. Konsumsi listrik juga dipengaruhi oleh kapasitas AC, suhu yang diatur, ukuran ruangan, kondisi lingkungan, dan durasi pemakaian.

Agar lebih optimal, pilihlah kapasitas AC yang sesuai dengan kebutuhan ruangan dan perhatikan spesifikasi konsumsi dayanya.

2. AC Inverter Harus Dinyalakan 24 Jam agar Hemat

Faktanya, AC inverter tidak harus dinyalakan selama 24 jam agar lebih hemat.

Anggapan ini muncul karena AC inverter dapat bekerja dengan kecepatan kompresor yang lebih rendah ketika kebutuhan pendinginan berkurang. Namun, bukan berarti AC harus terus menyala selama 24 jam untuk mendapatkan manfaat teknologi inverter.

Penghematan energi dari AC inverter umumnya lebih terasa saat AC digunakan dalam durasi cukup lama. Namun, jika ruangan sedang tidak digunakan, mematikan AC tetap menjadi pilihan yang lebih hemat energi.

Jadi, gunakan AC sesuai kebutuhan. Tidak perlu membiarkannya menyala sepanjang hari hanya karena menggunakan teknologi inverter.

3. AC Inverter Lebih Mudah Rusak karena Komponennya Lebih Rumit

Faktanya, AC inverter tidak selalu lebih mudah rusak hanya karena komponennya lebih rumit. Perawatan dan instalasi yang tepat turut memengaruhi keandalan AC.

AC inverter memiliki komponen elektronik tambahan, seperti PCB inverter dan sensor, yang berfungsi mengatur kerja kompresor. Komponen tersebut perlu ditangani sesuai prosedur, tetapi bukan berarti AC inverter otomatis lebih mudah rusak.

Gangguan dapat terjadi akibat berbagai faktor, seperti kondisi tegangan listrik yang tidak sesuai spesifikasi, kesalahan instalasi, korosi, kotoran, atau air yang mengenai komponen elektronik saat proses pencucian.