6. Pasar mobil listrik dan Hybrid sama-sama tumbuh

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menunjukkan bahwa kendaraan elektrifikasi semakin mendapat tempat di pasar otomotif nasional.

Sepanjang 2025, penjualan kendaraan elektrifikasi yang terdiri atas hybrid, plug-in hybrid, dan BEV mencapai 175.144 unit. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 103.228 unit pada 2024.

Secara khusus, penjualan hybrid meningkat dari 59.903 unit pada 2024 menjadi 65.943 unit pada 2025. Sementara penjualan BEV meningkat dari 43.188 unit menjadi 103.931 unit pada periode yang sama.

Tren tersebut berlanjut pada 2026. Data GAIKINDO yang dikutip Bisnis menunjukkan penjualan hybrid mencapai sekitar 50.373 unit sepanjang Januari hingga Juli 2026. Pada periode yang sama, penjualan BEV juga terus berkembang.

7. Mana yang lebih cocok untuk dipakai sehari-hari?

Pilihan tim redaksi mobil hybrid dan mobil listrik sebenarnya bergantung pada kebutuhan masing-masing pengguna.

Mobil hybrid lebih cocok bagi masyarakat yang sering melakukan perjalanan antarkota, kerap bepergian ke daerah dengan fasilitas pengisian listrik terbatas, atau menginginkan kendaraan elektrifikasi tanpa harus terlalu memikirkan lokasi pengisian daya.

Mobil listrik lebih cocok bagi pengguna yang mayoritas berkendara di dalam kota, memiliki akses pengisian daya di rumah atau tempat kerja, serta ingin mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak.

Sementara bagi masyarakat yang sering melakukan perjalanan jauh tetapi tetap ingin memperoleh efisiensi dari teknologi elektrifikasi, hybrid dapat menjadi pilihan yang lebih fleksibel.

Pada akhirnya, tidak ada satu jenis yang mutlak lebih baik untuk semua orang. Pilihan paling sesuai perlu mempertimbangkan jarak tempuh harian, ketersediaan tempat pengisian daya, frekuensi perjalanan luar kota, anggaran, serta fasilitas yang tersedia di sekitar tempat tinggal.