Destry menjelaskan investasi portofolio asing sempat mencatatkan arus keluar bersih atau net outflow sebesar US$0,08 miliar pada kuartal III 2026. Kondisi tersebut terutama dipicu oleh keluarnya dana asing dari pasar saham.

"Aliran investasi portfolio asing pada triwulan III 2026 mencatat net outflows sebesar US$0,08 miliar terutama disebabkan outflow pada saham," kata Destry.

Namun, aliran modal asing kembali mencatatkan arus masuk bersih pada awal kuartal IV 2026. Investasi portofolio asing membukukan net inflow sebesar US$0,04 miliar, terutama ditopang oleh penempatan dana pada instrumen SBN dan SRBI.

Selain aliran modal asing, ketahanan sektor eksternal Indonesia ditopang oleh kinerja neraca perdagangan yang masih mencatatkan surplus.