Premi bunga Indonesia tercatat sekitar 188 basis poin hingga 7 Oktober 2026. Ia mengatakan, semakin kecil selisih suku bunga mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap pengelolaan ekonomi makro Indonesia.
Kondisi itu membantu menjaga aliran modal masuk, baik melalui SBN maupun surat berharga BI. Ia juga menyebut premi 188 basis poin Indonesia lebih baik dibanding sejumlah negara berkembang lainnya seperti India, Filipina, Afrika Selatan, Meksiko, dan Brasil.
"Dengan kita punya spread yang lebih kecil, kita tadi seperti saya sampaikan di depan, telah mampu menjaga capital inflow saat ini, baik melalui SBN, baik melalui surat berharga Bank Indonesia," terang Suahasil.