Namun dikutip NadiKabar dari Science Daily, peneliti memperingatkan perhitungan mereka mengandung ketidakpastian cukup besar. Metode berbeda dapat menghasilkan perkiraan yang jauh berbeda.

Meski ukurannya mengintimidasi, Vasuki kemungkinan bukan pemburu cepat. Tubuhnya dan struktur tulang belakang yang khas mungkin membuatnya bergerak relatif lambat. Ia mungkin lebih mengandalkan taktik penyergapan, menyerupai anaconda modern dan piton yang menaklukkan mangsa melalui lilitan.

Anatominya mengisyaratkan ular tersebut mungkin menghabiskan banyak waktu di darat atau di perairan dangkal yang berawa, alih-alih sepenuhnya di air. Lanskap purba di sekitar situs fosil memiliki lahan basah dan rawa yang dapat menyediakan habitat yang cocok untuk predator penyergap raksasa.

Penemuan ini juga memunculkan pertanyaan mengapa beberapa ular prasejarah bisa mencapai ukuran yang jauh melampaui spesies saat ini. Selama masa Eosen Tengah, wilayah tinggal Vasuki kondisi iklimnya tropis, dengan suhu rata-rata diperkirakan sekitar 28 derajat Celsius.

Ular sangat bergantung pada sumber panas eksternal untuk mengatur suhu tubuh. Lingkungan hangat dapat mendukung aktivitas, pencernaan, dan pertumbuhan reptil besar. Hal ini berpotensi menjelaskan mengapa ular-ular berukuran luar biasa besar muncul selama beberapa periode terhangat di Bumi.