Upaya ketiga, dia menyampaikan kemitraan dengan penerbit dan perguruan tinggi. Penerbit menyumbangkan buku, sementara perguruan tinggi menyediakan pendampingan kapasitas pengelola dan relawan.
Langkah keempat yang terpenting, sambung Rerie, evaluasi kebijakan fiskal yang membebani biaya produksi dan distribusi buku, termasuk pajak bahan baku kertas.
Dirinya berharap harga buku bisa lebih terjangkau sehingga daya beli TBM dan masyarakat meningkat.
Dia turut menyoroti Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat Nasional per Maret 2026 yang berada di angka 40,6, kategori rendah.
Rerie berpendapat angka itu tidak akan bergerak tanpa intervensi pembiayaan yang nyata di tingkat akar rumput.
βLiterasi adalah fondasi kedaulatan bangsa. Jika generasi penerus tak mampu menelaah informasi dengan baik karena rendahnya kemampuan literasi, hal itu berpotensi menggerus kedaulatan bangsa di masa datang,β tuturnya.