Dalam konsep pengembangan tersebut, MRT Jakarta menerapkan pendekatan 3A 1C, yakni accessibility, amenities, attraction, dan community. Pendekatan ini mencakup penguatan konektivitas pedestrian dan transportasi, penyediaan fasilitas dan ruang publik, aktivasi berbagai kegiatan di kawasan, serta kolaborasi bersama komunitas.
Sedikit memberi bocoran, Bimo mengatakan kawasan ini nantinya akan 'disulap' menjadi kawasan mixed use yang semakin terintegrasi dengan apartemen, hotel, dan area komersial. Konsep tersebut sekaligus diarahkan untuk menjadikan Blok M sebagai percontohan terminal modern yang lebih mengutamakan pejalan kaki.
Pengembangan kawasan ini juga menjadi bagian dari strategi MRT Jakarta dalam mengoptimalkan aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk pengembangan kawasan berbasis TOD di sekitar simpul transportasi.
Rencana tersebut tak hanya digarap di dalam area Blok M Hub. MRT Jakarta juga telah berkoordinasi dengan sejumlah gedung di sekitarnya, termasuk Blok M Square dan Pasaraya, untuk melihat peluang integrasi dalam pengembangan Ultimate Development Blok M.