"Nanti kan akan ada kejutan di beberapa bulan ke depan Blok M Hub akan ada revitalisasi besar, yang kelihatannya mungkin akan ada tower. Nah itu kita akan melakukan pencarian mitra kerja sama, yaitu mungkin ada investor," jelasnya.
Rencana pengembangan besar tersebut tentu membutuhkan dukungan investasi. Untuk itu, MRT Jakarta tengah berupaya menggaet investor asing melalui gelaran TOD Investment Forum 2026 yang berlangsung di Singapura.
Tak hanya dari sisi pendanaan, MRT Jakarta juga berharap forum tersebut dapat membuka peluang kerja sama dan pertukaran pengetahuan mengenai pengembangan TOD dengan negara lain. Bimo mengatakan, salah satu pihak yang menunjukkan ketertarikan berasal dari Hong Kong.
Selain proyek Ultimate Development Blok M, MRT Jakarta memiliki sejumlah rencana pengembangan proyek TOD lainnya di sekitar kawasan stasiun, antara lain Kali Besar Heritage, Blok M Interchange, XGL Mixed-Use, hingga Lebak Bulus Interchange Bus Terminal, Park and Ride, and Mixed Use.