NADIKABAR.COM — Pasar modal Indonesia berpotensi kehilangan aliran dana asing yang sangat besar jika lembaga penyedia indeks saham global Morgan Stanley Capital International (MSCI) benar-benar menurunkan klasifikasi Indonesia dari pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market).
Melansir Reuters, Selasa (20/10/2026), aksi jual investor asing yang secara langsung mengakibatkan arus keluar dana (capital outflow) sudah terjadi pada Jumat (16/10) kemarin, sesaat setelah MSCI mengusulkan penurunan status pasar modal Indonesia. Hari itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat anjlok hingga 11,6%.
Setelahnya pada perdagangan Senin (19/10), IHSG kembali melemah dan ditutup turun hingga 3,6%. Penurunan gabungan dari dua hari perdagangan ini dinilai lebih curam daripada penurunan mana pun selama krisis keuangan Asia 1998. Bahkan indeks saham Garuda itu juga tercatat mencapai titik terendah enam tahun selama sesi tersebut.