OJK dan BEI telah menjatuhkan sanksi atas pelanggaran perdagangan pada sejumlah saham. Namun, Buddi menilai penindakan perlu diikuti upaya pencegahan agar investor memiliki keyakinan terhadap keamanan pasar.

"Cuma menghukum yang sudah terjadi tidak memberikan confidence kepada pasar bahwa hal itu dapat dicegah," tuturnya.

Buddi menilai keterbukaan data kepemilikan saham menjadi salah satu langkah mendasar untuk memperbaiki kondisi tersebut. Dengan informasi yang terbuka, publik dan otoritas dapat lebih mudah mengidentifikasi pihak-pihak yang berpotensi menggerakkan harga saham secara tidak wajar.

"Buka saja data tersebut, maka calon pelaku manipulasi harga saham dengan sendirinya punya hambatan yang jelas karena identitas mereka bisa ketahuan," kata dia.

Menurut Buddi, transparansi juga dapat meningkatkan kepercayaan investor global terhadap pasar saham Indonesia.

"Integritas pasar sangat penting untuk dapat menarik investor berinvestasi di sebuah bursa," ucapnya.

Ia menambahkan, penilaian terhadap pasar modal merupakan bagian dari upaya MSCI menjaga standar investasi global. Sebagai penyedia indeks dan acuan investasi, MSCI perlu mempertahankan kredibilitasnya di mata investor.

"Kalau MSCI diam saja, justru nama dan bisnis MSCI sebagai penyedia indeks dan acuan investasi global dapat runtuh," ujarnya.