NADIKABAR.COM — Gunung Masaya di Nikaragua punya julukan mengerikan, 'Mouth of Hell' alias Mulut Neraka. Kini, gunung api tersebut kembali menarik perhatian ilmuwan setelah penelitian menemukan bukti bahwa magma kemungkinan sedang mengisi kembali salah satu reservoir di bawahnya.
Masaya merupakan salah satu gunung api paling aktif di Nikaragua. Gunung ini berjarak sekitar 20 kilometer dari Managua, ibu kota Nikaragua, dan berada dalam radius sekitar 21 kilometer dari populasi sekitar 2 juta orang yang kini diminta waspada.
Penelitian terbaru yang diterbitkan di Geophysical Research Letters mengungkap bahwa sistem magma Masaya ternyata lebih kompleks daripada yang diperkirakan. Ilmuwan menemukan indikasi adanya dua reservoir magma aktif, masing-masing berada pada kedalaman berbeda.
Julukan Mulut Neraka sudah melekat pada Masaya sejak masa penaklukan Spanyol di Nikaragua. Ketika para penakluk Spanyol melihat danau lava di kawah Masaya pada awal abad ke-16, pemandangan tersebut dianggap menyerupai pintu menuju neraka. Masaya bahkan menjadi salah satu danau lava permanen pertama yang diamati orang Eropa.
Secara geologi, Masaya merupakan gunung api perisai basaltik. Aktivitas modernnya lebih banyak berupa pelepasan gas, pembentukan danau lava, serta ledakan kecil yang membersihkan saluran kawah.
Namun, sejarahnya menunjukkan bahwa Masaya juga mampu menghasilkan letusan eksplosif besar. Para ilmuwan karena itu ingin memahami bagaimana magma bergerak di bawah gunung api tersebut.
Dalam penelitian ini, para ilmuwan menggunakan data Sentinel-1, satelit radar milik program Copernicus, untuk memantau perubahan permukaan Masaya. Data yang dianalisis mencakup periode Januari 2018 hingga Februari 2024. Teknik yang digunakan disebut Interferometric Synthetic Aperture Radar atau InSAR, yang memungkinkan perubahan kecil pada permukaan tanah dideteksi dari luar angkasa.