Di tengah hamparan laut biru kehijauan dan garis pegunungan yang membentang di kejauhan, Musa menjalani profesi yang mengubah kehidupan ekonomi keluarganya.

Sebelum menjadi pengantar wisatawan, Musa bekerja sebagai sopir truk. Setelah memutuskan berhenti, ia mencoba peluang baru di sektor pariwisata dengan membuat perahu sendiri untuk melayani wisatawan yang datang ke Pantai Mali.

Keputusan itu membawa hasil yang cukup menjanjikan. Dari jasa mengantar wisatawan, Musa mengaku memperoleh keuntungan sekitar Rp5 juta hingga Rp6 juta per bulan.