NADIKABAR.COM — Terik sang surya yang menyengat Pantai Mali, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjelang siang hari itu tak menyurutkan semangat Musa Serang (56) mengantar wisatawan yang ingin menyaksikan mamalia laut dugong bernama Mawar.

Berdiri di perairan dangkal dengan air laut sebatas betis, Musa tersenyum lebar di samping perahu kayunya. Ia mengenakan kaus berkerah abu-abu muda dengan bagian lengan dan kerah berwarna lebih gelap, dipadukan dengan celana pendek longgar berwarna gelap.

Rambutnya yang mulai memutih di bagian tepi, kumis tipis, dan garis-garis kerutan di wajahnya memperlihatkan perjalanan hidup seorang pekerja yang bertahun-tahun akrab dengan terik matahari.

Di samping perahu bercat kuning, putih, dan biru kehijauan itu, Musa tampak menyatu dengan lanskap Pantai Mali. Kulitnya yang gelap terbakar matahari, tangannya yang kekar, serta senyumnya menggambarkan ketekunan seorang pekerja yang menemukan harapan baru di laut.