NADIKABAR.COM — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PB NW), Dr. TGKH Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani mengajak seluruh masyarakat, khususnya jamaah Nahdlatul Wathan, untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh berbagai informasi yang beredar menyikapi dinamika nasional.

Dalam pernyataannya dari Lombok, Timur, Kamis, dia mengingatkan pentingnya menjaga suasana kondusif, memperkuat persatuan, serta tidak ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

Tuan Guru Zainuddin Atsani telah mengumpulkan sejumlah jajaran pengurus dan tokoh Nahdlatul Wathan pada Rabu, (4/11) malam.

Pertemuan yang berlangsung sekitar pukul 20.00 WITA di Rumah Pengurus Besar Nahdlatul Wathan tersebut membahas perkembangan situasi nasional dan berbagai isu kenegaraan yang belakangan ramai diperbincangkan masyarakat.

Ketua Umum PB NW mengingatkan pentingnya menjaga suasana kondusif, memperkuat persatuan, serta tidak ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

Ia juga menekankan bahwa masyarakat perlu menyikapi setiap dinamika bangsa dengan kepala dingin dan pertimbangan yang matang.

"Perbedaan pandangan dalam kehidupan berbangsa merupakan hal yang wajar, tetapi jangan sampai berkembang menjadi pertentangan yang merusak persaudaraan dan persatuan nasional," katanya.

Menurutnya, jamaah Nahdlatul Wathan harus tetap menjadi bagian dari masyarakat yang menjaga keteduhan.

Sikap kritis terhadap persoalan bangsa tetap diperlukan, tetapi harus disertai tanggung jawab, kedewasaan, dan komitmen untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk terus konsisten menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta mendukung program dan kebijakan pemerintah pusat yang berorientasi pada kepentingan rakyat dan kemajuan Indonesia.

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Mataram, Prof. H. Zaenal Asikin yang turut memberikan pandangan mengenai perkembangan situasi ketatanegaraan.

Dalam diskusi tersebut, ia menekankan pentingnya masyarakat memahami persoalan bangsa melalui perspektif hukum dan konstitusi, bukan semata-mata berdasarkan opini maupun informasi yang berkembang di ruang publik.

"Situasi bangsa harus disikapi secara rasional dan konstitusional. Masyarakat perlu melihat setiap persoalan berdasarkan aturan hukum yang berlaku, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta tetap mengedepankan kepentingan bangsa dan negara," ujarnya.

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya PB NW membangun komunikasi dan menyamakan pandangan di tengah dinamika nasional.

PB NW berharap seluruh jamaah Nahdlatul Wathan tetap menjaga ketenangan, memperkuat ukhuwah, serta berkontribusi menciptakan suasana masyarakat yang damai, sejuk, dan kondusif.