"Kami sudah tahap 1 berkas perkara sudah dikirim ke kejaksaan. Kalau memang sudah lengkap, pasti kami tahap 2 untuk pengiriman tersangka dan alat bukti," pungkas Sukarman.
Diketahui, kasus tenggelamnya KLM Nurul Salsa yang menewaskan 4 penumpang di Kabupaten Kepulauan Selayar, telah dinaikkan ke tahapan penyidikan. Satu korban di antaranya meninggal dunia akibat terkena serangan jantung.
"Sampai saat ini ada 4 jenazah yang satu meninggal dunia karena sakit jantung dan tiga lainnya itu sudah kami makamkan. Satu di Desa Jampea dan dua orang lagi di Polres Selayar," imbuh Didid kepada wartawan, Sabtu (8/8).
KLM Nurul Salsa awalnya bertolak dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng, Selayar, Rabu (15/7) sekitar pukul 05.00 Wita. Kapal lalu mengalami mati mesin hingga tenggelam di perairan sebelah barat Pulau Polassi atau sekitar 43 nautical mile dari Pelabuhan Benteng Selayar.
Kapal tersebut membawa total 76 penumpang. Sebanyak 58 orang di antaranya selamat, empat korban meninggal dunia, dan 14 penumpang yang dinyatakan hilang dan belum ditemukan.