Meski demikian, posisi desil bukan jaminan seseorang otomatis mendapatkan bantuan. Penetapan penerima tetap mengikuti ketentuan program dan hasil verifikasi. Data desil juga bersifat dinamis sehingga dapat diperbarui melalui pemerintah desa atau kelurahan, Dinas Sosial, maupun aplikasi Cek Bansos jika tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Jutaan usulan masuk dalam pemutakhiran data bansos
Pemutakhiran data penerima bantuan sosial terus melibatkan partisipasi masyarakat. ANTARA melaporkan pada 14 September 2026 bahwa Kemensos menerima lebih dari 10,8 juta usulan baru dan sekitar 82 ribu sanggahan terkait data penerima bansos selama periode 2025 hingga September 2026.
Angka tersebut menunjukkan bahwa mekanisme usulan dan sanggahan digunakan masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan maupun mengoreksi data yang dianggap tidak sesuai. Namun, banyaknya usulan tidak berarti seluruh pengajuan otomatis disetujui karena setiap data tetap harus melewati proses verifikasi.
Pada 14 Oktober 2026, Menteri Sosial Saifullah Yusuf kembali mengimbau masyarakat untuk menyampaikan sanggahan apabila menemukan kekeliruan dalam DTSEN. Langkah ini diperlukan agar data yang digunakan dalam penyaluran bantuan lebih sesuai dengan kondisi sosial ekonomi warga.
Waspadai penipuan berkedok pendaftaran bansos
Ketika mengurus bantuan sosial, masyarakat perlu berhati-hati terhadap tautan pendaftaran yang beredar melalui pesan singkat atau media sosial. Gunakan situs dan aplikasi resmi pemerintah untuk memeriksa status maupun mengajukan usulan.
Jangan memberikan kata sandi, kode OTP, atau informasi perbankan kepada pihak yang tidak jelas. Masyarakat juga perlu waspada terhadap pihak yang meminta sejumlah uang dengan menjanjikan bantuan segera cair.
Jika nama tidak ditemukan dalam daftar penerima, langkah yang tepat adalah memeriksa data kependudukan, mengecek status pada kanal resmi, kemudian mengajukan perbaikan melalui jalur yang tersedia. Proses tersebut membutuhkan verifikasi sehingga perubahan status tidak selalu terjadi secara langsung.