NADIKABAR.COM β€” Nanas memiliki rasa manis dan mengandung gula alami sehingga dapat meningkatkan kadar gula darah setelah dikonsumsi. Namun, kondisi tersebut bukan berarti buah ini harus dihindari, termasuk oleh orang yang sedang menjaga kadar gula darah.

Laman EatingWell pada Rabu (7/10) waktu setempat melaporkan bahwa ahli diet dan edukator diabetes Vandana Sheth, RDN, CDCES, FAND, mengatakan pengaruh nanas terhadap gula darah bergantung pada jumlah yang dikonsumsi, makanan yang menyertainya, aktivitas fisik, obat yang digunakan, serta respons tubuh masing-masing.

β€œSatu cangkir nanas segar yang dipotong dadu mengandung sekitar 20 gram karbohidrat, termasuk sekitar 16 gram gula alami dan 1-2 gram serat,” kata Sheth.

Kandungan karbohidrat tersebut membuat gula darah naik setelah makan nanas. Perubahan dapat mulai terlihat dalam 15 hingga 30 menit dan efeknya dapat berlangsung selama beberapa jam.

Meski demikian, respons setiap orang bisa berbeda. Dua orang yang mengonsumsi porsi nanas yang sama belum tentu mengalami kenaikan gula darah dalam jumlah yang sama.

Sheth mengatakan nanas tetap dapat menjadi bagian dari pola makan yang ramah terhadap gula darah. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memperhatikan porsinya dan mengonsumsi nanas bersama makanan yang mengandung protein, serat, atau lemak sehat.

β€œPasangkan nanas dengan protein, serat, dan atau lemak sehat daripada mengonsumsi nanas dalam jumlah besar sendirian,” ujarnya.

Sebagai contoh, sekitar setengah cangkir nanas dapat dikonsumsi bersama yoghurt tawar dan kacang-kacangan atau biji-bijian. Kombinasi tersebut dapat memperlambat proses pencernaan sehingga kenaikan gula darah berlangsung lebih bertahap.

Dalam satu cangkir atau sekitar 140 gram nanas, terdapat sekitar 84 kalori, 20 gram karbohidrat, 1,2 gram serat, dan 16 gram gula alami. Buah tersebut juga kaya vitamin C, dengan kandungan sekitar 91 persen dari kebutuhan harian dalam satu cangkir.

Nanas juga mengandung senyawa tumbuhan seperti flavonoid dan fenolik serta enzim bromelain yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi. Namun, kandungan tersebut tidak menghilangkan pengaruh karbohidrat nanas terhadap gula darah.

Bagi yang memilih nanas kalengan, Sheth menyarankan memilih produk yang dikemas dalam air atau jus buahnya sendiri tanpa tambahan gula.

Porsi sekitar setengah hingga satu cangkir juga dapat menjadi patokan agar konsumsi tetap terukur. Mengonsumsi buah secara utuh dalam porsi wajar juga cenderung memberikan dampak berbeda terhadap gula darah dibandingkan jus buah atau buah kering yang lebih terkonsentrasi.

Sheth menegaskan rasa manis pada nanas bukan alasan untuk menghindarinya. Perhatian terhadap porsi dan kombinasi makanan lebih penting dalam menjaga respons gula darah.

Penerjemah: Farika Nur Khotimah