NADIKABAR.COM — Teleskop antariksa Hubble masih beroperasi setelah 36 tahun di orbit. Namun, teleskop legendaris ini sudah tidak dalam kondisi prima lagi, dan NASA sedang mencari bantuan dari perusahaan swasta untuk menyelamatkan teleskop Hubble sebelum jatuh ke Bumi.

Posisi Hubble di orbit terus menurun setiap tahunnya karena daya tarik gravitasi. NASA belum berkomitmen untuk mendanai misi penyelamatan Hubble, namun mereka merilis Request For Information (RFI) yang meminta perusahaan swasta untuk memberikan ide tentang cara untuk menaikkan posisi, merawat, atau memensiunkan teleskop Hubble.

Secara khusus, NASA sedang mencari informasi tentang perusahaan yang mampu menangkap dan menaikkan Hubble ke ketinggian minimal 600 km, meningkatkan kinerja teleskop, atau memandu Hubble untuk masuk kembali ke Bumi secara terkendali.

NASA ingin mencari tahu apakah ada perusahaan yang tertarik untuk menjalankan misi tersebut, berapa biayanya, dan perusahaan apa yang memiliki peluang realistis untuk menyelamatkan Hubble.

"Hubble masih memiliki banyak penemuan penting di masa depan, dan kita harus mempertimbangkan setiap peluang yang masuk akal untuk terus mengoperasikannya selama mungkin," kata Administrator NASA Jared Isaacman dalam pernyataan resmi NASA, seperti dikutip dari ArsTechnica, Selasa (3/11/2026).

"Jika ada cara inovatif dan hemat biaya untuk memperpanjang masa pakai aset yang sudah ada di orbit, kita berhutang kepada pembayar pajak Amerika dan komunitas ilmiah untuk menjajakinya. Memperpanjang usia Hubble akan berarti lebih banyak penemuan, lebih banyak sains, dan lebih banyak kesempatan untuk memperluas pemahaman kita tentang Alam Semesta," sambungnya.

NASA memasang target misi penyelamatan ini dapat diluncurkan pada tahun 2032. Perusahaan yang dikontrak untuk menjalankan misi ini akan bertanggung jawab menyediakan kendaraan peluncur, wahana antariksa, operasi misi, dan awak jika diperlukan.

Menurut estimasi para ahli, Hubble kemungkinan akan jatuh dari orbit dan memasuki atmosfer Bumi pada tahun 2033 atau 2034 jika tidak ada intervensi. Namun, estimasi tersebut bisa berubah berdasarkan aktivitas Matahari.

Posisi Hubble, yang tidak memiliki sistem pendorong internal, telah merosot dari ketinggian 583 km pada tahun 2002 ke orbitnya saat ini sekitar 470 km di atas Bumi. Jika NASA berhasil menyesuaikan ketinggian orbitnya menjadi 600 km seperti yang diharapkan, kemungkinan Hubble akan tetap berada di orbitnya selama 25 tahun lagi.

NASA terakhir kali menaikkan orbit Hubble pada tahun 2002, ketika pesawat ulang alik Columbia mengunjungi observatorium tersebut untuk misi perawatan.

Penerbangan terakhir pesawat ulang alik pada tahun 2009 gagal menaikkan kembali orbit teleskop, dan dengan dihentikannya armada pesawat ulang alik pada tahun 2011, posisi Hubble terus merosot tanpa ada cara untuk mencegah kehancurannya.