European Southern Observatory (ESO) mencatat, Observatorium Paranal yang berada di Gurun Atacama terletak di ketinggian sekitar 2.635 meter di atas permukaan laut. Lokasi tersebut dipilih karena kondisi atmosfernya yang mendukung pengamatan astronomi dan letaknya yang terpencil dari aktivitas manusia yang dapat mengganggu observasi.

Kondisi langit yang cerah dan minim gangguan membuat cahaya dari objek-objek astronomi yang sangat redup dapat diamati dengan lebih baik. Hal ini juga menjadikan Atacama lokasi favorit bagi para astronom dan fotografer astrofotografi.

Objek paling mencolok dalam foto NASA tersebut adalah 'pita terang' Bima Sakti. Galaksi ini merupakan rumah bagi Tata Surya, termasuk Matahari dan Bumi. Dari permukaan Bumi, Bima Sakti terlihat seperti jalur cahaya yang membentang melintasi langit.

Penampakan tersebut terjadi karena kita mengamati galaksi dari bagian dalamnya. Tata Surya berada di salah satu bagian piringan galaksi, sehingga kumpulan bintang yang berada di sepanjang bidang galaksi tampak membentuk pita bercahaya.

Namun, tidak seluruh bagian tersebut terlihat terang. Ada sejumlah area gelap yang membelah bentangan Bima Sakti. Area ini bukan ruang kosong, melainkan awan debu antarbintang yang cukup padat untuk menghalangi cahaya bintang-bintang di belakangnya.

NASA menjelaskan, debu antarbintang membuat sebagian wilayah pusat galaksi sulit diamati menggunakan cahaya tampak. Karena itu, pengamatan pada panjang gelombang lain, seperti inframerah, dapat membantu astronom mempelajari wilayah yang tertutup debu tersebut.