Peneliti University of California, Irvine, Yang Chen, mengungkap aktivitas kebakaran di Papua Indonesia dan Kalimantan pada 2026 jauh lebih tinggi dibandingkan Sumatera serta wilayah Indonesia bagian barat lainnya.

"Papua telah muncul sebagai kawasan baru yang menjadi garis depan deforestasi Indonesia," kata Chen.

NASA juga mengutip data Global Forest Watch yang menunjukkan Papua Indonesia kehilangan sekitar 27.000 hektare hutan primer sepanjang 2025. Luas tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan 2024 dan menjadi yang tertinggi sejak 2017.

Pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit, industri kayu pulp, pertanian, pembangunan perkotaan, dan pertambangan menjadi bagian dari perubahan bentang alam Papua selama dua dekade terakhir.

Para peneliti memperkirakan aktivitas kebakaran masih dapat berlangsung hingga hujan lebat musim penghujan tiba di bagian selatan Pulau New Guinea, yang biasanya terjadi pada awal November.