NADIKABAR.COM — negara dunia tengah bersiap siaga. Mereka meminta warganya untuk menyiapkan stok makanan untuk bertahan setidaknya selama 72 jam. Negara-negara Eropa mulai dari Prancis dan Belanda meminta warganya untuk menjaga stok pangan dan air selama 72 jam. Sementara itu Swedia, Norwegia, dan Jerman bahkan mendorong rakyatnya untuk menyiapkan hal serupa untuk tujuh hingga sepuluh hari.
Pemerintah Inggris, mengutip NadiKabar, meminta warganya untuk bersiap selama 1000 hari. Adapun yang perlu mereka siapkan adalah stok makanan kaleng hingga air minum kemasan. Perintah langsung dari Menteri Pertahanan Inggris, Wes Streeting, ini kemudian membuat warga setempat ramai-ramai langsung menyiapkan stok makanan kaleng hingga air minum kemasan.
Diketahui, imbauan ini berkaitan dengan tindakan preventif Inggris terhadap potensi perang. Streeting dalam The Independent dikutip NadiKabar pada Senin (2/11/2026) menyebut jika ada potensi pihak-pihak yang memusuhi Inggris mungkin akan siap melancarkan serangan pada tahun 2030.
"Keinginan pihak lawan untuk mencelakai kita bukanlah hal baru. Yang telah berubah adalah kapasitas mereka. Menjelang tahun 2030, kekuatan militer dan ekonomi perang mereka dapat menempatkan mereka dalam posisi untuk melakukan serangan," tulis Streeting.
Atmosfer kesiapsiagaan ini juga terjadi di kawasan Asia. Seperti Jerman dan Norwegia, Jepang juga sudah meminta warganya untuk bersiap menghadapi situasi krisis dengan menjaga stok makanan dan air bersih. Lalu bagaimana dengan Indonesia?