Di tengah kekhawatiran eskalasi perang Timur Tengah hingga perubahan cuaca ekstrem, Pemerintah menyebut stok pangan Indonesia saat ini melimpah. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman. Mengutip NadiKabar, Amran menyebut jika kemampuan memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian global.
"Alhamdulillah, kita patut bersyukur. Di saat dunia sedang menghadapi ketegangan geopolitik, ancaman krisis pangan, dan gangguan rantai pasok, kondisi pangan Indonesia relatif aman. Kita punya produksi dalam negeri, punya cadangan, dan terus memperkuat kemampuan memenuhi kebutuhan pangan sendiri. Ini yang harus kita jaga," ujar Amran dalam keterangan tertulis, Minggu (01/11/2026).
Lalu sejauh mana sebenarnya kekhawatiran global ini mempengaruhi perilaku masyarakat Indonesia? Sebagai penganut politik bebas-aktif, sejauh mana Indonesia lepas dari dampak langsung konflik internasional? Ikuti ulasannya dalam Kabar Sore bersama Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana.
Menuju Jawa Tengah, Kabar Sore akan mengulas lebih dalam tentang pencopotan Kapolres Sukoharjo oleh Kapolri. Mengutip NadiKabar, keputusan pencopotan tersebut tertuang dalam Surat Telegram (ST) Kapolri Nomor: ST/2463/XI/KEP./2026 tertanggal Senin, 2 November 2026. Dalam telegram itu, AKBP Andhika Dharma Sena dimutasikan menjadi Perwira Menengah (Pamen) Stamaops Polri.Tindakan ini dilakukan menyusul adanya operasi penggeledahan Pondok Pesantren Pesantren Hamalatul Quran di Kabupaten Sukoharjo dan Karanganyar. Selain Kapolres Sukoharjo, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto juga mencopot Iptu Agung Sedewo selaku Kasat Reskrim Polres Sukoharjo hingga Ipda RAP selaku Kanit PPA-PPO.