Terlebih kata Bahlil, Indonesia merupakan negara dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif dalam menjalin hubungan dengan negara lain.

"Indonesia di bawah pemerintahan Prabowo, Bapak Presiden Prabowo Subianto dan saya diperintahkan sebagai Menteri ESDM, kita pengin untuk berkawan kepada semua orang. Tetapi perkawanan itu harus dimaknai sebagai bentuk etika baik dengan saling menghargai. Tapi jangan coba-coba menekan negara kami," ujarnya.

"Jangan coba-coba. Karena kita menganut mazhab politik bebas aktif. Kepada saudara-saudara saya negara tetangga, tolonglah kita pakai adat ketimuran dalam bernegosiasi. Saya tahu kalian punya cara-cara main itu. Saya tahu kalian," sambungnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga menyampaikan bahwa rencana pembangunan power grid Asia Tenggara masih belum bisa terealisasi karena Indonesia masih belum menandatangani kesepakatan antarnegara.