"Neraca perdagangan pada kondisi Agustus tahun 2026 mengalami surplus sebesar US$ 3,55 miliar," kata Ateng dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026).

Ateng melanjutkan, surplus neraca perdagangan Agustus 2026 disebabkan oleh komoditas non migas, terutama dari lemak dan minyak hewani nabati, bahan bakar mineral, dan besi dan baja.

"Disebabkan oleh surplus komoditas non migas, tercatat surplusnya komoditas non migas sebesar US$ 6,09 miliar, penyumbang surplus adalah lemak dari minyak nabati, kemudian bahan bakar mineral, dan komoditas besi dan baja," beber Ateng.