Hanya saja untuk neraca perdagangan komoditas migas pada Agustus 2026 mengalami defisit US$ 2,54 miliar dengan komoditas penyumbang defisit utamanya adalah komoditas hasil minyak dan juga minyak mentah.

"Sementara itu, secara kumulatif neraca perdagangan dari Januari hingga Agustus 2026 surplusnya sebesar US$ 7,25 miliar," beber Ateng.