"Kondisi lain adalah ada masalah dari irama jantungnya, atau bisa juga masalah pompa jantungnya. Di mana kemampuan pompa jantungnya berkurang, sehingga pada beban jantung yang tidak terlalu tinggi sudah timbul keluhan," katanya.

Untuk mengetahui kemungkinan adanya bradiaritmia, salah satu hal yang dapat diperhatikan adalah respons denyut jantung ketika tubuh melakukan aktivitas.

"Kalau untuk menyingkirkan bradiaritmianya, kita tes saja pada saat naik tangga, laju jantungnya naik atau nggak? Kalau pada saat naik tangga atau aktivitas lain laju jantungnya tidak bergeming, ada kemungkinan terjadi gangguan irama," lanjutnya.

Pada pasien yang mengalami bradiaritmia atau bradikardia tertentu, penanganannya dapat dilakukan dengan pemasangan alat pacu jantung permanen atau pacemaker. Perangkat tersebut tersedia dalam bentuk konvensional maupun teknologi yang lebih baru, seperti leadless pacemaker yang tidak menggunakan kabel.