NADIKABAR.COM — Umat Islam kini tengah berada di pertengahan bulan Rabiul Awal berdasarkan kalender Hijriah. Pada waktu ini, salah satu amalan sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam, yaitu puasa Ayyamul Bidh.

Melansir buku Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa oleh Ustaz Ali Amrin al-Qurawy, hukum melaksanakan puasa Ayyamul Bidh ialah sunnah muakkad atau sangat dianjurkan. Hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah:

"Kekasihku (Rasulullah SAW) berwasiat padaku tiga hal, yang tidak akan aku tinggalkan hingga aku meninggal. Yaitu, berpuasa tiga hari setiap bulannya, mengerjakan shalat Dhuha, dan mengerjakan shalat Witir sebelum tidur." (HR Bukhari)

Sebelum melaksanakannya, umat Islam perlu mengetahui bacaan niat puasa Ayyamul Bidh. Masih dari buku Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa, berikut bacaan niat puasa Ayyamul Bidh lengkap tulisan Arab, Latin, dan artinya:

نَوَيْتُ صَوْمَ يوم الْبِيْضُ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma yaumul biidh sunnatal lillaahi-ta'aalaa.

"Saya niat berpuasa sunnah yaumul bidh (hari putih) karena Allah Ta'ala"

Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan selama tiga hari setiap pertengahan bulan Hijriah, tepatnya pada tanggal 13, 14, dan 15. Mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang disusun oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI, berikut jadwal puasa Ayyamul Bidh Rabiul Awal 2026:

Dalam buku Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa dijelaskan bahwa puasa Ayyamul Bidh dianjurkan untuk dikerjakan selama tiga hari, yaitu pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah. Namun, tidak sedikit umat Islam yang mempertanyakan apakah puasa ini harus dilakukan secara berturut-turut.

Pada dasarnya, tidak ada ketentuan yang mewajibkan puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut. Oleh karena itu, jika seseorang memiliki uzur syar'i atau halangan tertentu, ia tetap dapat melanjutkan puasa pada hari lain di bulan yang sama.

Misalnya, seseorang telah berpuasa selama dua hari, tetapi terpaksa membatalkannya pada hari berikutnya karena suatu halangan. Ia dapat mengganti satu hari puasa yang belum dikerjakan selama masih berada dalam bulan Hijriah yang sama.

Puasa Ayyamul Bidh merupakan salah satu amalan sunnah yang memiliki sejumlah keutamaan. Ibadah ini juga termasuk puasa sunnah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA:

"Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan puasa pada hari-hari putih, baik dalam perjalanan maupun saat di rumah." (HR Thabrani)

Melaksanakan puasa Ayyamul Bidh menjadi salah satu cara bagi seorang muslim untuk mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Dengan menjalankannya secara rutin, umat Islam dapat mengamalkan ibadah sunnah sekaligus menjaga kebiasaan baik yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Demikianlah bacaan niat puasa Ayyamul Bidh Rabiul Awal 2026 lengkap dengan jadwal melaksanakannya. Semoga bermanfaat!