NADIKABAR.COM — Universitas Teknologi Nanyang (NTU) Singapura bermitra dengan jenama telekomunikasi dan jaringan berbasis di Swedia Ericsson serta Institut Teknologi Kerajaan KTH Swedia mengembangkan teknologi penentuan posisi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan jaringan komunikasi generasi keenam (6G).

Penelitian tersebut bertujuan meningkatkan akurasi dan keandalan pelacakan lokasi robot, drone, dan sistem otonomos lainnya di lingkungan dalam dan luar ruangan yang kompleks, termasuk di area-area dengan hambatan sinyal, menurut pernyataan NTU pada Senin (19/10).

Inisiatif yang dijadwalkan dimulai pada November 2026 tersebut akan menggabungkan metode penentuan posisi yang sudah ada dengan AI dan kalibrasi antena otomatis untuk meningkatkan perkiraan lokasi.

Menurut pernyataan tersebut, teknologi-teknologi baru ini dapat mendukung penerapan di berbagai bidang, seperti layanan kesehatan, bandar udara, pelabuhan, manufaktur, logistik, dan kota cerdas, serta operasi tanggap darurat.