Dalam beberapa pekan terakhir, Trump menepis kekhawatiran mengenai AI. Dia menyatakan bahwa klaim-klaim yang menyeru tentang betapa kelewat cepatnya perkembangan AI hingga potensinya membawa kehancuran bagi umat manusia adalah sebuah 'hoaks'.

"Saya tidak akan menghambat pertumbuhan sesuatu yang akan menjadi lebih besar daripada Revolusi Industri," ujarnya.

Trump pun mengatakan bahwa dokumen pemerintah AS ke depannya akan menggunakan istilah super-intelijen (super intelligence) alih-alih kecerdasan buatan. Demikian melansir Reuters, Selasa (6/10/2026).