Namun, di Indonesia nyaris tidak ada siswa yang mampu mencapai level 5 dalam membaca. Sedangkan di tim redaksi negara OECD, pada level tersebut rata-ratanya 6%.

Keterampilan membaca level 5 atau lebih ditafsirkan sebagai kemampuan memahami teks panjang, menghadapi konsep-konsep abstrak atau berlawanan dengan intuisi, dan membedakan tim redaksi fakta dan opini berdasarkan petunjuk implisit yang berhubungan dengan isi atau sumber informasi.