NADIKABAR.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumpulkan analis dan anggota bursa (AB) hari ini, Minggu (18/10/2026). Hal tersebut dikonfirmasi oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan Perkumpulan Analis Efek Indonesia (PAEI).

Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat, mengatakan pertemuan tersebut membahas tentang kondisi pasar modal Indonesia setelah pengumuman MSCI. Self-Regulatory Organization (SRO) juga menerima banyak masuk dari para pelaku pasar.

"Bursa ngundang analis segala macam, MI (manajer investasi) juga ada, jelasin tentang sekarang kondisi ini," ungkap Samsul saat ditemui wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Minggu (18/10/2026).

"Jadi masukan-masukan dan cerita sekarang kondisinya gimana, dan ya mungkin, ya konstruktif juga masukan-masukannya," tambahnya.

Namun Samsul tak menyebut pasti berapa banyak analis dan AB yang diundang dalam pertemuan hari ini. Pasalnya KSEI dalam hal ini menjadi pihak yang diundang BEI.

Sementara itu, PAEI juga membenarkan adanya pertemuan dengan OJK dan BEI. Usai pertemuan tersebut, PAEI menegaskan sikapnya terkait kondisi pasar modal saat ini.

Pertama, PAEI mendukung penuh agenda reformasi OJK dan SRO. Reformasi tersebut diketahui dijalankan dengan berbagai kebijakan, yakni keterbukaan kepemilikan saham di atas 1%, klasifikasi 39 kategori investor, transparansi UBO, perluasan cakupan high shareholding concentration (HSC), kenaikan minimum free float jadi 15%, penyempurnaan Watchlist Board, short selling, serta publikasi haircut dan collateral.