NADIKABAR.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) buka suara soal Eks Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi yang menuding perusahaan Singapura memanfaatkan lembaga penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk menekan pasar saham Indonesia.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan pihak regulator memilih fokus bekerja dibandingkan memusingkan spekulasi publik.
"Kita kerja saja. Silakan orang lain mengomentari, silakan orang berpikir sendiri, tapi kita kerja saja," ujar Friderica saat ditemui usai acara Ijtima' Sanawi di Grand Mercure Harmoni, Jakarta Pusat, Selasa (20/10).
Friderica mengungkapkan OJK telah bekerja semaksimal mungkin dalam mengeksekusi reformasi pasar modal. Ia menekankan bahwa langkah penegakan hukum dan pembenahan regulasi sudah dilakukan secara masif sejak Januari lalu, bahkan sebelum isu sentimen MSCI mengemuka.
"Jadi kalau dibilang kita enggak ngapa-ngapain tuh, itu salah banget lah. Bahkan kalau kita tuh udah all out banget dengan segala hal yang kita lakukan," tegas Bos OJK.
Sebelumnya, Eks Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menuding Singapura memanfaatkan lembaga penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk menekan pasar saham Indonesia.