NADIKABAR.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat capaian inklusi keuangan melalui kredit pembiayaan selama pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) dari 1 September sampai 17 Oktober 2026 sebanyak 18.637 debitur dengan total nilai sebesar Rp1,5 triliun.

"Berdasarkan laporan data dari 55 lembaga jasa keuangan di DIY selama periode BIK, kami mencatat pencapaian sangat positif, capaian inklusi keuangan melalui kredit pembiayaan tercatat 18.637 debitur, dengan total nilai Rp1,5 triliun," kata Kepala OJK DIY Eko Yunianto pada Puncak BIK di Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949 Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, inklusi keuangan tersebut terdiri Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebanyak 13.283 debitur dengan total plafon sebesar Rp718 miliar, kredit pembiayaan melawan rentenir sebanyak 1.479 debitur dengan total plafon sebesar Rp148 miliar.

Kemudian, kredit kepemilikan rumah sebanyak 57 debitur dengan total plafon sebesar Rp94 miliar, kredit lainnya sebanyak 3.818 debitur dengan total plafon sebesar Rp549 miliar.

"Berdasarkan data tersebut penyaluran kredit pembiayaan kepada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tercatat sebesar Rp296 miliar yang diberikan kepada 3.079 pelaku UMKM," katanya.

Untuk capaian inklusi keuangan dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga, kata dia, pembukaan rekening tabungan Simpel mencapai 694.565 rekening, kemudian tabungan anak selain Simpel bertambah 1.891 rekening, dan tabungan Si Muda bertambah 674 rekening.

"Selain itu juga adanya pembukaan rekening tabungan emas ada sebanyak 1.236 rekening, perluasan akses layanan melalui Laku Pandai menghasilkan 815 nasabah baru dan 1.200 rekening baru yang dibuka melalui kanal tersebut," katanya.

Pada sektor pasar modal, kata dia, tercatat ada 1.740 SID saham baru, selain itu ada 733 SID Reksadana baru, dan 727 investor yang melakukan transaksi obligasi dengan nilai penjualan sebesar Rp117 miliar, dan program edukasi pasar modal menjangkau 2.833 peserta.