Dia mengatakan, selanjutnya juga edukasi keuangan dengan tema "Waspada Aktivitas Keuangan Ilegal" kepada himpunan wanita disabilitas Indonesia di DIY yang dihadiri lebih dari 80 peserta.

"Selanjutnya juga edukasi pengenalan Reksadana Syariah kepada komunitas mahasiswa, pelajar, serta wartawan di DIY yang dihadiri 580 peserta," katanya.

Selain itu juga talkshow terkait dengan kripto kepada mahasiswa, akademisi, komunitas, dan pemerintah daerah yang juga dihadiri 230 peserta, kemudian edukasi digitalisasi keuangan kepada pelajar SMA yang dihadiri 130 peserta.

Sementara terkait dengan lomba yang diselenggarakan dalam rangka BIK, yaitu Gen Z Knowledge Battle yang diikuti pelajar tingkat SMA se-DIY yang diikuti oleh 70 peserta, juga ada IJK Idol yang diikuti 30 perwakilan dari lembaga jasa keuangan di DIY.

"Pada puncak BIK 2026 hari ini dilakukan kegiatan senam bersama, juga ada edukasi keuangan, hiburan, dan juga disemarakkan dengan adanya pameran dari lembaga jasa keuangan dan UMKM yang tujuannya adalah memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat luas," katanya.

Lebih lanjut Eko Yunianto mengatakan, berdasarkan hasil survei nasional literasi dan inklusi keuangan 2026, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia adalah 69,57 persen, sementara tingkat inklusi keuangan masyarakat Indonesia adalah 93,61 persen.

"Yang patut kita syukuri adalah untuk masyarakat DIY berdasarkan hasil survei tersebut tingkat literasi keuangan mencapai 76,44 persen, atau peringkat tujuh nasional, sedangkan tingkat inklusi keuangannya mencapai 98,74 persen atau peringkat dua nasional," katanya.