Dia mengatakan pada sektor perasuransian terdapat 2.776 polis baru yang terdiri dari 276 polis asuransi umum, dan 2.500 polis asuransi jiwa dan asuransi jiwa mikro.
Pada bidang literasi program 'go to school' menjangkau 799 sekolah dengan jumlah 14.129 pelajar, kegiatan edukasi keuangan umum terlaksana 278 kegiatan dengan 7.091 peserta terdiri pelajar, mahasiswa dan guru pelaku UMKM, pedagang, petani ibu rumah tangga, anggota PKK, komunitas, ASN, karyawan, pekerja serta masyarakat umum.
"Angka ini membuktikan tingginya antusiasme masyarakat DIY dan kuatnya sinergi dan kolaborasi terjalin dari seluruh industri jasa keuangan dalam menyediakan layanan yang mudah, murah dan bermanfaat," katanya.
Eko mengatakan, penyelenggaraan BIK 2026 dengan tema "Akses Keuangan yang Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera" ini merupakan wujud nyata dari komitmen bersama dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan yang lebih merata khususnya DIY.
Kegiatan BIK 2026 terselenggara atas sinergi dan kolaborasi antara OJK, Bank Indonesia, Kementerian dan Lembaga, Pemerintah Daerah, Lembaga Jasa Keuangan di wilayah DIY, serta seluruh stakeholder terkait lainnya.
"Kami berharap sinergi dan kolaborasi ini terus kita tingkatkan, agar lebih banyak lagi masyarakat di DIY ini menjadi masyarakat yang 'well-treated' terhadap produk dan layanan lembaga jasa keuangan, sehingga mampu mengambil keputusan keuangan secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab," katanya.
Eko menyebut, berbagai kegiatan yang dilaksanakan sepanjang BIK 2026 adalah kegiatan yang bersifat edukatif dan interaktif terkait dengan keuangan dengan berbagai sasaran kelompok masyarakat yang mencakup dari sisi kegiatan literasi keuangan.
"Kita sudah melakukan edukasi keuangan dan pengenalan produk reksadana kepada kelompok organisasi, komunitas wanita di DIY dalam rangka peringatan Hari Ibu ke-98 yang dihadiri lebih dari 150 peserta," katanya.